sebuah puisi dari dan 'untuk' kita, kawanku!
Woke, mengawali comebacknya si babi yang untungnya lagi ga kena flu, gw mau posting satu puisi dulu ah, biar sumber inspirasi dan daya kreatifitas gw lancar. Padahal gw yakin klo antara posting puisi ama kelancaran kreatifitas ntu ga ada hubungannya, tapi kenapa tetep gw ngetik ni kata-kata ya?
Bingung gw, langsung aja ah..
kalau menyayangi itu friksi..
maka dia harus seperti ulat dan daun jati, sedikit sakit agar yang lain tumbuh..
seorang menghafal silsilah dosen di kelas..
aku masih jadi kuli atas diriku sendiri..
belajar merusak diri agar lebih bisa menghargai..
dan diam-diam kita merasa bersaudara dalam kediaman kita..
tergugat perbedaan dan tergigit kerinduan..
lalu ketika kau datang ingin bercerita, kita hanya diam-diam saja..
karna sebenarnya aku ingin menceritakan hal yang sama,
dan saranku jadi basi karna kaupun tahu hanya hal itu yang aku tahu..
jadi kita putuskan kita hanya berbagi lagu baru..
kemudian hening dalam beer dan mencerna bahasa masing-masing..
Eh, harga bawang merah sekarang di pasaran berapa sih?
Bingung gw, langsung aja ah..
kalau menyayangi itu friksi..
maka dia harus seperti ulat dan daun jati, sedikit sakit agar yang lain tumbuh..
seorang menghafal silsilah dosen di kelas..
aku masih jadi kuli atas diriku sendiri..
belajar merusak diri agar lebih bisa menghargai..
dan diam-diam kita merasa bersaudara dalam kediaman kita..
tergugat perbedaan dan tergigit kerinduan..
lalu ketika kau datang ingin bercerita, kita hanya diam-diam saja..
karna sebenarnya aku ingin menceritakan hal yang sama,
dan saranku jadi basi karna kaupun tahu hanya hal itu yang aku tahu..
jadi kita putuskan kita hanya berbagi lagu baru..
kemudian hening dalam beer dan mencerna bahasa masing-masing..
Eh, harga bawang merah sekarang di pasaran berapa sih?




